Science and Islam

Learning site.

Informatika UNP

Welcome to Noper Ardi's Blog

Teknologi Wirelesst

rise your imagination with playing game.

Torchlight

An epic RPG pc game.

Teknologi bluetooth

Sabtu, 14 Desember 2013

Teknologi Ethernet

ETHERNET?? INTERNET??? Sebagaian dari kita mungkin masih ada yang bingung mengenai konsep ini.., sebenarnya kedua hal di atas merupakan sesuatu yang berbedam walaupun memiliki hubungan yang sangat erat.
Ethernet merupakan jenis perkabelan dan pemrosesan sinyal untuk data jaringan komputer yang dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Xerox Palo Alto Research Center (PARC) pada tahun 1972.
Ethernet merupakan sebuah teknologi yang sudah dikenal oleh masyarakat luas sebagai interface yang digunakan untuk konektivitas perangkat komputer maupun laptop, hampir di setiap jaringan LAN (Local Area Network) di seluruh dunia.

Selain karena harganya terjangkau, teknologi Ethernet sangat mudah diadaptasi oleh perangkat seperti modem, printer, scanner, faksimile, VoIP phone, serta perangkat teknologi informasi lainnya. Sejalan dengan perkembangan teknologi dan senakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan komunikasi data, teknologi Ethernet juga digunakan sebagai interface dari layanan broadband data comunication, yang lebih dikenal dengan nama Metro Ethernet.
Ethernet adalah teknologi jaringan yang terkenal dan banyak digunakan dengan menggunakan topologi BUS. Ethernet ditemukan oleh Xerox Corporation di awal tahun 1970. Digital Equipment Corporation, Intel Corporation, dan Xerox kemudian bekerja sama untuk merancang standar produksi yang secara informal disebut DIX Ethernet untuk inisial dari tiga perusahaan. IEEE sekarang mengontrol standar Ethernet.

Menurut sejarahnya Ethernet dikembangkan oleh Robert Metcalfe dan David Boggs di Pusat Riset Palo Alto Research Center (PARC) milik perusahaan XeroxCorporation pada tahun 1972. Perlu diketahui bahwa Bob Metcalfe adalah seorang insinyur lulusan MIT, penyandang gelar Ph.D dari Harvard, pendiri perusahaan 3Com, dan pernah bekerja sebagai editor di majalah InfoWorld. Pada awalnya ethernet dirancang oleh Robert Metcalfe untuk menghubungkan sebuah PC ke sebuah printer laser. Ethernet versi II dikeluarkan pada tahun 1975 dan didesain untuk menyambungkan 100 komputer pada kecepatan 2,94 megabit per detik melalui kabel sepanjang satu kilometer. Versi ini lebih dikenal dengan sebutan DIX, yang merupakan huruf-huruf pertama dari ketiga perusahaan yang mendukung standar ini, yaitu Digital Equipment Coorporation (DEC), Intel dan Xerox yang sampai saat ini masih banyak digunakan pada jaringan. Teknologi ini menggunakan kabel coaxial sebagai media transmisinya. Proses standardisasi teknologi Ethernet disetujui pada tahun 1980 oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), dengan sebuah standar yang dikenal dengan Project 802. Standar IEEE ini selanjutnya diadopsi oleh International Organization for Standardization (ISO), sehingga menjadikannya sebuah standar internasional dan mendunia yang ditujukan untuk membentuk jaringan komputer. Karena kesederhanaan dan keandalannya, ethernet pun dapat bertahan hingga saat ini, dan bahkan menjadi arsitektur jaringan yang paling banyak digunakan.

mungkin demikian dulu postingan untuk sekarang ini, InsyaAllah di postingan berikutnya penulis akan membahas mengenai standarisasi Ethernet yang di atur dalam IEEE... :)

Apa itu IEEE ?

Hmm,, baiklah,,, pada kesempatan ini penulis akan mencoba untuk sharing informasi tentang IEEE...., Mungkin sebagian besar dari pembaca yang bekerja/belajar di bidang electronical engineering sudah tidak asing lagi dengan IEEE....,,
Di sini penulis akan mencoba mengulas mengenai IEEE..,, yang merupakan organisasi bergengsi civitas Enginerss...,, :)
              IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah sebuah organisasi yang mengurusi masalah pengembangan teknologi yang berhubungan dengan keteknikan elektro dan elektronika. IEEE terdiri dari berbagai ahli di bidang teknik yang menawarkan berbagai pengembangan standar-standar dan bertindak sebagai pihak yang mempercepat teknologi-teknologi baru dalam semua aspek dalam
industri dan rekayasa (engineering), yang mencakup telekomunikasi, jaringan komputer, kelistrikan, antariksa, dan elektronika. Aktivitasnya mencakup beberapa panitia pembuat standar, publikasi terhadap standar-standar teknik, serta mengadakan konferensi.
IEEE menangani berbagai macam standar, diantaranya adalah tentang standarisasi peralatan yang dipakai untuk jaringan. IEEE 802 misalnya, kategori ini mengurusi masalah standarisasi tentang LAN (Local Area Network) dan MAN (Metropolitan Area Network). Standar IEEE 802 melibatkan dua lapisan layer OSI (Open System Interconnection), yaitu Physical Layer dan Data Link Layer. Pada prakteknya standarisasi IEEE membagi datalink layer menjadi dua bagian, yaitu Logical Link Control (LLC) dan Media Access Control (MAC). OSI sendiri adalah sebuah organisasi yang mengurusi tentang standarisasi protokol-protokol komunikasi antar host dalam jaringan. IEEE 802 terbagi menjadi beberapa kategori, sesuai dengan fungsi masing-masing yang lebih spesifik.  Kategori-kategori ini dapat dilihat pada tabel berikut :



Nama
Deskripsi
IEEE 802.1
Bridging (networking) and Network Management
IEEE 802.2
Logical Link Control
IEEE 802.3
Ethernet
IEEE 802.4
Token Bus
IEEE 802.5
Defines the MAC Layer for a Token Ring
IEEE 802.6
Metropolitan Area Networks
IEEE 802.7
Broadband LAN using Coaxial Cable
IEEE 802.8
Fiber Optic TAG
IEEE 802.9
Integrated Services LAN
IEEE 802.10
Interoperable LAN Security
IEEE 802.11
Wireless LAN (WLAN) & Mesh (Wi-Fi certification)
IEEE 802.12
Demand priority
IEEE 802.13
IEEE 802.14
Cable modems
IEEE 802.15
Wireless PAN
IEEE 802.15.1
Bluetooth certification
IEEE 802.15.2
IEEE 802.15 and IEEE 802.11 coexistence
IEEE 802.15.3
High-Rate WPAN certification
IEEE 802.15.4
Low-Rate certification
IEEE 802.15.5
Mesh networking for WPAN
IEEE 802.16
Broadband Wireless Access (WiMAX certification)
IEEE 802.16e
(Mobile) Broadband Wireless Access
IEEE 802.16.1
Local Multipoint Distribution Service
IEEE 802.17
Resilient packet ring
IEEE 802.18
Radio Regulatory TAG
IEEE 802.19
Coexistence Tag
IEEE 802.20
Mobile Broadband Wireless Access
IEEE 802.21
Media Independent Handoff
IEEE 802.22
Wireless Regional Area Network
IEEE 802.23
Emergency Services Working Group

Itu tadi penjelasan singkat mengenai IEEE,, pada kesempatan berikutnya penulis akan menshare mengenai standarisasi nya secara lebih mendetail tiap-tiap bidang....,, semoga bermanfaat^_^

Jumat, 13 Desember 2013

Sabtu, 16 November 2013

Teknologi IP versi 6

Mungkin kita tidak asing lagi dengan IP versi 6 yang merupakan versi terbaru dari IP versi 4 yang telah merajai dunia jaringan selama beberapa dekade terakhir. Salah satu alasan kenapa IP versi 6 diperlukan yaitu adalah untuk memenuhi kebutuhan akan alamat jaringan IP versi 4 yang hampir habis. 
          Pada awal pembuatan IP ver4, fungsinya hanya ditekankan pada pada fungsi dasarnya yaitu hanya digunakan untuk membawa dan menghubungkan ke jaringan sehingga fungsi keamanan dalam IP ver 4 bisa dibilang tidak ada. kalau diibaratkan IP ver4 seperti Mobil Box yang membawa barang dan Box nya tersebut terbuat dari kaca, sehingga orang-orang bisa melihatnya dengan mudah.
           IP versi 6 juga memiliki keunggulan yang di bidang pengontrolan yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan IP ver 4. Pada IP versi 4, tidak ada pengontrolan dan penyetingan secara otomatis yang terdapat pada IP ver 4. meskipun terdapat suatu teknik yang dinamakan DHCP yang digunakan dalam mengatur pengalamatannya secara otomatis, tetapi fungsi tersebut hanya merupakan fungsi tambahan dalam IP ver 4. Dalam IP versi 6 fungsi tersebut telah tersedia secara otomatis yang menjadi fungsi bawaan dalamnya. 

Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.

Pertumbuhan internet yang sangat cepat baik di segi pemakai internet di rumah, perkantoran, sekolah, instansi-instansi maupun perkembangan pesat perangkat telekomunikasi yang sudah mulai menggabungkan IP ke dalam teknologinya (convergence) di seluruh dunia telah menyebabkan alamat IPv4 dengan format 32 bit binary yang sudah digunakan sejak awal keberadaan internet, tidak bisa lagi menampung kebutuhan pengalamatan internet setelah jangka waktu 20 tahun kedepan atau bahkan lebih cepat dari itu. Demikian hasil riset dan perhitungan para pakar dari komunitas terbuka internet (The Internet Engineering Task Force , IETF) menyebutkan.

Dengan hanya 32 bit format address hanya bisa menampung kebutuhan

= 4,294,967,296 IPv4 Address

Bayangkan, penduduk dunia saat ini adalah 6,5 Milyard dan setiap orang punya Handphone, laptop dll yang terhubung alamat dengan range 32 bit tidaklah cukup :)

Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja.

IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.

Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.

Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix.

Insya Allah nanti akan dilanjutnkan dengan postingan tentang Cara penggunaan IP ver 6 :)
Stay tune :)

Jumat, 15 November 2013

Selasa, 05 November 2013

Protocol 802.11 a, b, g, n dan Protocol 802.11 ac





[Standarisasi] 802.11 A
Di kenalkan pada tahun 2001

Memiliki frekuensi 5Ghz dengan keceatan 54mbps, dengan cakupan area sampai 50M, menggunakan modulasi OFDM.

Keunggulan : memiliki kecepatan max 54mbps , frekuensi yang diregulasi mencegah interferensi sinyal dari perangkat lainnya
Kekurangan : biaya yang cukup mahal , jangkauan sinyal yang pendek dan mudah terganggu oleh halangan


[Standarisasi] 802.11 B
Dikenalkan pada tahun1999
Memiliki frekuensi 2,4Ghz dengan kecepatan 11mbps, dengan cakupan area 100M, menggunakan modulasi DS-SS
Keunggulan : biaya yang murah, range sinyal bagus dan tidak mudah terhalang
Keuntungan : Kecepatan transfer max yang paling rendah [11mbps] , mudah terinterferensi oleh sinyal dari peralatan lain yang menggunakan frekuensi 2,4Ghz

[Standarisasi] 802.11 G
Dikenalkan pada tahun 2003
Memiliki frekuensi 2,4 Ghz dengan kecepatan 54mbps, menggunakan modulasi DSSS
Keunggulan : kecepatan max 54mbps, jangkauan sinyal lebih baik dan tidak mudah terhalang
Kekurangan : biaya yang mahal dan frekuensi tidak diregulasi

[Standarisasi] 802.11 N
Dikenalkan pada tahun 2002
Memiliki frekuensi 2,4Ghz dengan kecepatan 100mbps, dengan cakupan area 100M, menggunakan modulasi DSSS
Keunggulan : kecepatan max 100mbps dan jangkauan sinyal terbaik lebih tahan terhadap interferensi dari sumber lain.
Kekurangan : standar yang belum final, penggunaan sinyal lebih dari 1 dapat meningkatkan interferensi dengan jaringan wifi terdekat.

[Standarisasi] 802.11 ac 

#802.11AC
             IEEE 802.11ac merupakan standar yang dikembangkan untuk memberikan throughput nirkabel jaringan area lokal tinggi. teknologi ini menjanjikan kecepatan nirkabel hingga mencapai gigabit kepada konsumen.

Karakteristik 802.11ac :

WLAN 802.11ac menggunakan berbagai metode baru untuk mencapai peningkatan luar biasa dalam kinerja yang secara teoritis memaksimalkan kapasitas gigabit dan memberikan throughput yang tinggi, seperti:
1. 6GHz Band
2. High Density modulasi hingga 256 QAM.
3. Luas bandwidth melalui dua saluran 80MHz atau satu saluran 160MHz
4. Hingga delapan beberapa aliran input output beberapa spasial.
5. Multiuser MIMO konsumsi daya yang rendah dari 802.11ac

Dengan berkembangnya teknologi baru ini, maka muncul lagi tantangan-tantangan baru dan permasalahan baru yang harus dicari solusinya.  Selanjutnya, akan dibahas mengenai tantangan-tantangan dan solusi yang tersedia yang membantu merancang produk baru berdasarkan standar ini.

Wider Bandwidth:802.11ac memiliki bandwidth yang lebih luas dari 80 atau bahkan mencapai 160 MHz dibandingkan dengan kemampuan maksimum sebelumnya yaitu 40 MHz yang digunakan dalam standar 802.11n. Sebuah hasil bandwidth yang lebih luas dalam meningkatkan throughput maksimum untuk sistem komunikasi digital.
Di antara tantangan yang lebih kompleks untuk desain dan pengembangan adalah generasi dan analisis sinyal bandwidth yang lebih luas untuk 802.11ac. Pengujian peralatan mampu menangani 80 MHz atau 160 MHz akan diminta untuk menguji pemancar, penerima dan komponen.
Untuk generasi 80 MHz sinyal, banyak RF sinyal generator tidak memiliki sampling rate cukup tinggi untuk mendukung rasio minimum oversampling 2X yang khas, yang dapat mengakibatkan gambar yang tidak perlu dalam sinyal, menggunakan penyaringan yang tepat dan oversampling dari file gelombang, adalah mungkin untuk menghasilkan sinyal 80MHz dengan karakteristik spektral yang baik dan EVM.
Untuk Menghasilkan sinyal MHz 160, lebar pita gelombang generator (AWG), seperti 81180A Agilent, 8190A dapat digunakan untuk membuat analog I / Q sinyal. Sinyal-sinyal ini kemudian dapat diterapkan pada eksternal I / Q. masukan dalam pembangkit sinyal vektor untuk konversi up frekuensi RF. Hal ini juga memungkinkan untuk membuat sinyal MHz 160 dengan menggunakan 80 +80 modus MHz didukung oleh standar untuk membuat dua segmen 80 MHz di MCG terpisah atau generator sinyal ESG dan kemudian menggabungkan Sinyal RF.

MIMO:MIMO adalah penggunaan antena ganda untuk meningkatkan kinerja sistem komunikasi. kita mungkin telah melihat jalur akses tertentu Wi-Fi memiliki lebih dari satu antena mencuat dari mereka router ini menggunakan teknologi MIMO.
Memverifikasi desain MIMO adalah perubahan. Multi-channel sinyal generasi dan analisis dapat pengguna untuk memberikan wawasan tentang kinerja perangkat MIMO dan membantu dalam pemecahan masalah dan verifikasi desain.
Amplifier Linearitas:Amplifier Linearitas adalah karakteristik dari amplifier dimana sinyal output dari penguat tetap setia pada sinyal input dengan meningkatnya sinyal drive. Amplifier Real linear hanya untuk batas setelah output jenuh.
Ada banyak teknik untuk meningkatkan linearitas penguat. Digital pra-distorsi adalah salah satu teknik tersebut. Desain perangkat lunak otomasi seperti systemVue menyediakan sebuah aplikasi yang menyederhanakan dan mengotomatisasi desain predistortion digital untuk power amplifier.
Standard Devices 802.11ac:
Produk yang menampilkan Wi-Fi standar baru yang mulai memukul pasar. Tapi jumlah mereka tidak cukup untuk menjamin upgrade jaringan. Situasi serupa diamati dengan punggung standar 802.11n pada tahun 2006. Beberapa pra-standar perangkat yang dirilis oleh manufaktur, tapi sayangnya perangkat ini tidak sepenuhnya kompatibel dengan yang diratifikasi. Menciptakan pengalaman frustrasi pengguna untuk konsumen. Quintana Communications telah meluncurkan solusi gigabit 802.11ac nirkabel untuk Wi-Fi router dan elektronik konsumen pada konsumen Electronics Show (CES) tahun ini.

Broadcom juga meluncurkan chip pertama kecepatan 802.11ac Gigabit di CES. Broadcom mengharapkan produk pertama untuk memukul pasar pada paruh kedua tahun 2012 dimulai dengan jalur akses, diikuti oleh perangkat elektronik konsumen.
Kita dapat mengharapkan industri handset besar untuk datang dengan teknologi 802.11ac pada smartphone, tablet dan segala sesuatu di antaranya. Ini adalah sesuatu yang pasti berharap sebagai profil daya untuk standar baru secara teoritis sangat menjanjikan. Sinyal merana telah mengumumkan ultra-rendah daya teknologi 802.11ac untuk prosesor aplikasi smartphone.


 802.11ad?
 802.11ac bukanlah satu-satunya teknologi nirkabel untuk memukul pasar. 802.11ad merupakan teknologi Wi-Fi yang memanfaatkan band 60GHz untuk memungkinkan kecepatan transfer data hingga 7 Gbps. Pada sisi negatifnya, karena teknologi ini menggunakan pita frekuensi yang sangat tinggi dari 60 GHz, memungkinkan jarak dekat. Sebuah kasus penggunaan yang mungkin akan untuk mentransfer media HD tanpa kabel dalam sistem hiburan rumah, di mana teknologi ini bisa menggantikan kabel HDMI konvensional.

Jumat, 01 November 2013

Protocol Spanning Tree


Spanning Tree protocol  (disingkat STP) adalah protokol jaringan yang menjamin topologi jaringan bebas-perulangan untuk penghubung Ethernet LAN. Fungsi dasar dari STP adalah untuk mencegah pengulangan penghubung dan radiasi siaran yang dihasilkan dari mereka. Pohon rentang juga memungkinkan desain jaringan untuk memasukkan cadang tautan (redundan) untuk menyediakan jalur cadangan otomatis jika tautan aktif gagal, tanpa bahaya dari perulangan yang tidak diinginkan dalam jaringan, atau kebutuhan untuk panduan mengaktifkan / menonaktifkan cadangan tautan ini.

Spanning Tree Protocol (STP) distandarisasi sebagai IEEE 802.1D. Seperti namanya, protokol ini bisa menciptakan pohon rentang dalamjaringan bertautan dari lapisan 2 layer penghubung (biasanya switch ethernet), dan menonaktifkan tautan tersebut yang bukan bagian dari pohon rentang, meninggalkan jalur aktif tunggal antara dua node jaringan.

STP ini berdasarkan algoritma yang ditemukan oleh Radia Perlman ketika bekerja untuk Digital Equipment Corporation.


KELEBIHAN SPANNING TREE.

              Dapat menyediakan system jalur backup & juga mencegah loop yang tidak diinginkan pada jaringan yang memiliki beberapa jalur menuju ke satu tujuan dari satu host.
               Loop terjadi bila ada route/jalur alternative di antara host-host. Untuk menyiapkan jalur back up, Spanning tree membuat status jalur back up menjadi stand by atau diblock. Spanning tree hanya membolehkan satu jalur yang active (fungsi pencegahan loop) di antara dua host namun menyiapkan jalur back up bila jalurutama terputus. 
               

            Bila "cost" spanning tree berubah atau ada jalur yang terputus, algoritma spanning tree mengubah topology spanning tree dan mengaktifkan jalur yang sebelumnya stand by. Tanpa spanning tree pun sebenarnya memungkinkan koneksi antara dua host melewati beberapa jalur sekaligus namun dapat juga membuat looping yang tidak pernah akan selesai di dalam jaringan anda. Yang pasti akan menghabiskan kapasitas jalur yang ada hanya untuk melewatkan packet data yang sama secara berulang dan berlipat ganda.